Date : 19 February 2026
Puasa Tetap Fresh! 10 Cara Cegah Kulit Kering & Kusam
.jpg)
Nessetizen, menjalankan ibadah puasa seringkali membawa perubahan pada tubuh, termasuk kondisi kulit. Kulit kering menjadi masalah umum yang kerap dialami banyak orang selama Ramadan, terutama karena kurangnya asupan cairan yang menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini dapat membuat kulit terasa tertarik, tampak kusam, bahkan memicu munculnya garis halus yang lebih jelas.
Perubahan pola makan, jam tidur yang bergeser, serta berkurangnya asupan cairan selama berpuasa dapat memengaruhi kondisi dan vitalitas kulit. Akibatnya, kulit menjadi rentan kehilangan kelembapan alaminya dan tampak lelah. Jika tidak dirawat dengan tepat, kulit bisa menjadi lebih sensitif, kehilangan kilau sehatnya, bahkan pada beberapa orang, dehidrasi juga dapat memicu kulit menjadi lebih sensitif atau mudah berjerawat karena skin barrier melemah.
Meskipun tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama kurang lebih 12-14 jam, bukan berarti kulit harus mengering dan kusam. Dengan strategi perawatan yang tepat, baik dari dalam maupun luar, kulit tetap bisa sehat, lembap, dan bercahaya sepanjang bulan suci. Mari kita selami lebih dalam tentang cara atasi kulit kering saat puasa agar Nessetizen tetap tampil prima!
Mengapa Kulit Sering Kering Saat Puasa? Pahami Penyebabnya!
Kulit kering selama berpuasa bukanlah tanpa alasan. Ada beberapa faktor utama yang berkontribusi pada kondisi ini, yang sebagian besar berkaitan dengan perubahan rutinitas dan asupan selama Ramadan. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang tepat.
Dehidrasi atau kurangnya asupan cairan adalah pemicu utama kulit kering saat puasa. Tubuh tidak menerima asupan cairan selama beberapa jam, yang berdampak langsung pada kelembapan kulit, membuatnya tampak kering dan kusam. Kekurangan cairan pada lapisan luar kulit inilah yang menjadi dasar masalah kulit kering.
Selain dehidrasi, kurang tidur juga berperan besar. Selama bulan puasa, jam tidur cenderung berkurang atau berubah karena aktivitas sahur dan ibadah malam. Padahal, tidur adalah waktu bagi tubuh untuk menyembuhkan dan menghilangkan racun dari kulit. Kurang tidur juga bisa meningkatkan hormon kortisol yang memperburuk kondisi inflamasi kulit, mengganggu regenerasi kulit, dan membuat kulit kering serta kurang bercahaya.
Konsumsi makanan tertentu juga dapat memperparah kondisi kulit kering. Makanan yang digoreng dan tinggi lemak sering menjadi pilihan saat berbuka puasa, namun konsumsi berlebihan dapat memicu peradangan dan mengurangi kelembapan kulit. Gorengan dan makanan berminyak dapat memicu dehidrasi lebih cepat. Selain itu, makanan tinggi garam dan gula, serta minuman berkafein dan bersoda, bersifat diuretik yang dapat menyedot mineral dan cairan dalam tubuh, mempercepat hilangnya cairan, dan membuat kulit semakin kering.
Lingkungan dan kebiasaan mandi juga memengaruhi. Paparan udara kering dari AC dapat memperparah kondisi kulit karena mengurangi kelembapan alami kulit. Mandi dengan air panas juga harus dibatasi karena air panas dapat mengikis kelembapan kulit dengan menghilangkan minyak alami kulit.
Strategi Hidrasi Optimal: Cara Atasi Kulit Kering Saat Puasa dari Dalam
Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk kondisi kulit wajah. Ada bumil yang mendadak berjerawat, ada yang kulitnya jadi lebih kering, ada pula yang mudah iritasi hanya karena menggunakan produk yang sebelumnya aman.
Untuk menjaga kulit tetap sehat dan terhidrasi selama berpuasa, fokus pada hidrasi dari dalam tubuh adalah kunci. Ini berarti Nessetizen perlu memperhatikan asupan cairan dan nutrisi dengan cermat selama waktu sahur dan berbuka.
Cukupi asupan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup. Setiap orang dewasa disarankan mendapatkan asupan 2 liter atau 8 gelas air per hari. Pola hidrasi yang disarankan adalah 2 gelas saat berbuka, 4 gelas pada malam hari sampai sebelum tidur, dan 2 gelas saat sahur. Minumlah secara bertahap agar tubuh dapat menyerap cairan dengan baik.
Perhatikan asupan nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang membuat kulit bersinar. Perbanyak konsumsi sayur dan buah yang kaya serat dan antioksidan, seperti buah beri, delima, kurma, dan sayuran hijau. Buah-buahan yang mengandung banyak air seperti melon dan semangka juga sangat baik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Jangan lupakan asupan Omega-3 dari ikan salmon, sarden, udang, atau kacang-kacangan, yang penting untuk menjaga kesehatan kulit dan membuatnya tampak lebih cerah.

Hindari makanan pemicu dehidrasi seperti gorengan, makanan tinggi garam, dan gula. Batasi juga minuman berkafein dan bersoda karena sifat diuretiknya dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh. Dengan memilih asupan yang tepat, Nessetizen dapat membantu kulit tetap terhidrasi dari dalam.
Perawatan Kulit Eksternal: Rahasia Cara Atasi Kulit Kering Saat Puasa dari Luar
Selain hidrasi dari dalam, perawatan kulit eksternal juga sangat krusial untuk menjaga kelembapan kulit selama berpuasa. Penggunaan produk perawatan kulit yang tepat dapat membantu mengunci kelembapan dan melindungi kulit dari faktor lingkungan.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menggunakan serum untuk membantu menutrisi kulit lebih dalam. Lunesse C-10 Concentrate Serum dari Lunesse mengandung vitamin C yang membantu kulit tampak lebih cerah, segar, dan tidak mudah terlihat kusam selama puasa. Serum ini juga membantu menjaga vitalitas kulit yang cenderung menurun akibat kurang tidur dan dehidrasi.
Setelah serum, lanjutkan dengan pelembap yang mampu mengunci hidrasi. Lunesse 24H Moisture Skin Balancer Cream membantu menjaga kelembapan kulit hingga berjam-jam, membuat kulit terasa lebih nyaman, lembap, dan tidak terasa tertarik meskipun berpuasa seharian. Teksturnya ringan sehingga nyaman digunakan pagi maupun malam hari.
Di pagi hari, jangan lupakan perlindungan kulit dari sinar matahari. Gunakan Lunesse Daily Essential Sunscreen SPF 50+ PA++++ untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang dapat memperparah kulit kering dan kusam. Sunscreen ini nyaman digunakan sehari-hari, tidak lengket, dan membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat selama aktivitas di luar ruangan.
Batasi waktu mandi dan hindari air panas. Mandi yang terlalu lama atau menggunakan air panas dapat menghilangkan minyak alami kulit dan mempercepat penguapan air. Jika Nessetizen sering berada di ruangan ber-AC, gunakan pelembap udara (humidifier) untuk membantu menjaga kelembapan udara dan mencegah kulit dehidrasi.
Untuk perawatan tambahan, gunakan facial mist untuk kesegaran instan pada kulit wajah. Jangan lupakan perawatan bibir dengan mengoleskan pelembap khusus bibir (lip balm) secara teratur untuk mencegah bibir kering dan pecah-pecah. Hindari eksfoliasi berlebihan selama puasa karena kulit cenderung lebih kering dan rentan iritasi. Terakhir, pastikan Nessetizen mendapatkan istirahat yang cukup, karena tidur membantu tubuh menyembuhkan dan menghilangkan racun dari kulit.
OTHER HANNOCHS News
BACK TO PREVIOUS PAGE
Diikuti Ratusan Brand, Lunesse Ikut Ramaikan Keseruan Jakarta X Beauty 2024!
Sudah siap meramaikan JXB yang akan dilaksanakan mulai hari ini? Yup, dilangsungkan pada tanggal 5-8 Desember 2024 di Ja...
3 Tips Memilih Produk Kecantikan yang Cocok untuk Kulit Wajah Berminyak
Kulit wajah berminyak sering kali menjadi tantangan tersendiri dalam perawatan kecantikan. Produksi minyak berlebih dapa...
Clean Beauty hingga Teknologi AI: 6 Tren Skincare yang Masih Digandrungi Gen Z dan Milenial
Dunia kecantikan terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman. Teknologi yang semakin canggih dan akses informasi...